(AIDS;SEBUAH KEPRIHATINAN)

HIV berarti Human Immunodeficiency Virus. HIV hanya menular pada manusia. HIV menyerang sistem kekebalan tubuh yang melindungi tubuh terhadap infeksi. Kebanyakan orang yang terinfeksi HIV tidak mengetahui bahwa dirinya telah terinfeksi. Segera setelah terinfeksi, beberapa orang mengalami gejala yang mirip gejala flu selama beberapa minggu. Selain itu tidak ada tanda infeksi HIV. Tetapi, virus tetap ada di tubuh dan dapat menularkan orang lain.
Sedangkan AIDS berarti Acquired Immune Deficiency Syndrome. Mendapatkan infeksi HIV menyebabkan sistem kekebalan akan semakin lemah. Keadaan ini akan membuat orang mudah diserang beberapa jenis penyakit (sindrom) yang kemungkinan tidak mempengaruhi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat. Penyakit tersebut disebut sebagai infeksi oportunistik.
Penyakit yang tidak memandang umur, lapisan masyarakat dan gender ini sudah menjadi hal utama yang harus diberikan kepedulian ekstra. Berdasarkan data yang ada, kini pengidap HIV dan AIDS tercatat sebanyak 14.628 kasus. Sebagian pengidap penyakit ini berumur 20 -29 tahun dan juga menyerang anak berusia dibawah 15 tahun. Terlalu muda untuk generasi yang masih mempunyai jalan yang panjang dan juga masa depan yang lebih baik.

Jumlah Penderita

menurut statistik internasional yang terakhir di perbaharui pada November 2007, orang yang hidup dengan HIV sebayak 33,2 juta orang di seluruh dunia yang terbagi menjadi 30,8 juta orang dewasa, 15,4 juta wanita, 2,5 juta anak-anak dibawah usia 15 tahun. Kasus baru HIV yang ditemukan pada tahun 2007 sebanyak 2,3 juta kasus yang terdiri dari 2,1 juta orang dewasa dan 420.000 anak-anak dibawah usia 15 tahun (situs worlaidsday.org). Untuk Indonesia, menurut data Kementrian Kesehatan pada Juni 2007 menyebutkan jumlah kasus AIDS di Indonesia meningkat menjadi 9.689 kasus, dan 82 persen diantaranya menimpa penderita usia produktif (15-49 tahun).

Di makassar sendiri, berdasarkan data Care Support and Treat (CST) sebanyak 70 % atau 112 kasus dari total 169 kasus HIV/AIDS yang ditangani Rumah Sakit (RS) Dr Wahidin Sudirohusodo, sepanjang tahun 2004-2006, berasal dari kalangan pelajar SMA dan mahasiswa. Lebih lanjut, berdasarkan data RS Wahidin yang merupakan rumah sakit rujukan kasus HIV/AIDS di Sulsel dan Sulbar diketahui, total Orang dengan HIV/AIDS (Odha) yang meninggal sejak tahun 2004 hingga 2007 mencapai 107 orang, dengan rincian 92 laki-laki dan sisanya 15 orang perempuan. Khusus sepanjang tahun 2007, sejak Januari hingga Mei, tercatat 16 Odha yang dirawat di RS Wahidin meninggal dunia dalam usia produktif. Sedang total yang dirawat inap sejak Januari hingga Mei 2007 sebesar 53 orang. Lebih rendah dari periode yang sama tahun 2006 lalu yakni 130 orang

Tidak Sebatas Hari Peringatan. LAWAN

Seperti tahun 2007 kemarin, tema yang diangkat masih tema KEPEMIMPINAN, dengan slogan kampanye, “Stop AIDS, Keep the Promise (Stop AIDS, Tepati Janji).

Dunia telah menetapkan 1 Desember menjadi Hari AIDS Sedunia. Diharapkan dengan adanya Hari AIDS Sedunia, masyarakat lebih bisa peduli akan bahaya AIDS dan mengetahui bagaimana penanggulangan dan juga pencegahan penyakit ini. Berbagai upaya sudah dilakukan dari berbagai sektor, baik dari Lembaga pemerintah, LSM, Swasta maupun kelompok masyarakat peduli AIDS.

Terlepas dari peringatan hari AIDS sedunia yang orang-orang pun berlainan cara untuk memperingatinya, jelasnya bahwa AIDS merupakan salah satu fenomena yang telah mendunia. Penyakit ini menyerang siapa saja, tidak pandang bulu. Semuanya bisa terserang penyakit membahayakan ini. Indonesia juga merupakan salah satu negara yang memiliki stoke orang dengan HIV/AIDS (ODA) terbesar.

Tentunya ini juga menjadi keprihatinan kita bersama. Kita tidak akan diam begitu saja melihat monster ini terus berkembang, minimal kita punya keprihatinan melihat kondisi seperti itu dengan tidak menambah lagi stoke ODA di Indonesia.

Indonesia sebagai negara berkembang harus lebih mewaspadai akan bahaya dari penyakit HIV/AIDS. Penyakit ini layaknya fenomena gunung es. Kondisi seperti itu sangat berbahaya bagi kehidupan bangsa Indonesia khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya. Penyakit ini berpengaruh pada seluruh sendi kehidupan, tidak hanya merusak secara fisik, namun juga merusak secara sosial. HIV/AIDS mengakibatkan terhambatnya produktifitas seseorang karena virus tersebut merusak seluruh jaringan dalam tubuh penderita dan mereka yang mengidap biasanya meninggal dalam usia muda.

Hal yang paling Real untuk melakukan perlawanan terhadap penyebaran HIV AIDS adalah dengan cara menghindari pergaulan bebas. Walaupun bukan sebagai satu-satunya sumber, Seks bebas tetaplah merupakan faktor yang cukup dominan dibandingkan dengan penularan melalui jarum suntik (kesalahan medis, juga pemakaian narkoba), melalui keturunan (penurunan gen dari ibu yang mengidap AIDS ke anak yang dilahirkannya).

Sekedar mengamati, telah terjadi pergeseran nilai di dalam tatanan kehidupan sosial-budaya kita. Negara indonesia yang dulunya terkenal agamis dan memiliki nilai-nilai budaya yang luhur kini musnah sudah dihantam badai globalisasi yang membawa arus informasi dan budaya barat yang jauh dari tatanan nlai-nilai ketuhanan. Semuanya atas nama modernitas, serbuan media yang sudah terlanjur dibuka krannya ternyata memberi dampak negatif tersendiri. Pop Culture masuk ke negeri ini tanpa sensor atau filter moral. Parahnya, serbuan ini tak terbendung dan menjadikan kalangan tua semakin permissive menerimanya bahkan ikut-ikutan menerimanya. Salah satunya seks bebas sudah menjadi bagian tak terpisah dari Pop Culture yang sudah menjadi kecendrungan budaya di Indonesia.

Peran Penting Ajaran Agama

Sejatinya, dengan mengamalkan ajaran agama diharapkan mampu menjadi benteng moral bagi setiap pribadi. Namun sangat disayangkan sakralitas agama mengalami dekonstruksi yang luar biasa dahsyatnya. Liberalisme yang merasuk ke segala aspek kehidupan menjadi salah satu katalis bahkan dianggap sebagai biang desakralisasi agama dalam kehidupan. Hal ini disadari atau tidak, berimplikasi pada kehidupan beragama yang kian hari kian luntur. Agama mulai ditinggalkan, bisa jadi hanya tinggal prosesi budaya kering makna. Masyarakat akan kembali pada agama manakala terjadi prosesi kelahiran, khitanan, pernikahan, terakhir ditimpa kematian. Agama hanya menjadi simbol budaya tapi tidak perilaku keseharian. Beragama minus Tuhan di dalamnya.

Tarulah sebagai contoh perilaku agama yang ditinggalkan. Tentang larangan untuk berlaku zina dan sistem pergaulan laki-laki dan perempuan dalam Islam. Toh kini peringatan tabu dari Tuhan tersebut kini dilabrak dengan budaya pergaulan bebas yang di import dan ditelan bulat-bulat dari budaya dan peradaban jahiliyah modern (barat).

Masalah HIV/AIDS boleh jadi lebih tepat disebut sebagai cobaan, ujian yang buruk atau peringatan keras Tuhan kepada manusia. Terhadap cobaan buruk ini Tuhan memperingatkan agar semua orang waspada dan berhati-hati, serta menghindari perbuatannya. Al-Qur’ân menyatakan: “Berhati-hati dan jagalah diri kamu dari sebuah “fitnah” (cobaan buruk) yang tidak hanya menimpa mereka yang melakukan kezaliman (penyimpangan)”. ( Q.S. al-’Anfâl [8]:25).

Ini merupakan perintah Tuhan untuk pencegahan dari semua perbuatan yang buruk yang diarahkan terhadap semua orang yang berada dalam lingkungan sosial yang buruk. Jika persoalan HIV/AIDS bukan hanya dipandang sebagai masalah medis dan kesehatan fisikal, melainkan merupakan masalah sikap mental dan gaya hidup, maka pencegahan harus dilakukan melalui perubahan atasnya.

Mempropagandakan pemakaian kondom bukanlah solusi yang dapat menyelesaikan masalah, malah yang pasti menimbulkan masalah baru. Selain melanggengkan seks bebas, juga AIDS bakal makin merajalela.

Solusi Islam

Menurut Islam, siapa saja yang melakukan seks bebas akan diganjar sanksi hukum segera setelah persyaratan sanksi tersebut terpenuhi. Seperti pelaku perzinahan, mereka akan dirajam untuk yang sudah (pernah) berkeluarga, dan akan dijilid (cambuk) bagi yang masih lajang. Dengan demikian, Daulah Khilafah (negara Islam) akan menertibkan, lebih tepatnya memberangus tanpa ampun segala bentuk pergaulan bebas, perzinahan, dan prostitusi. Kemudian menghukum kaum homoseks dan lesbi. Karena semua itu adalah ‘pintu gerbang’ penyebaran AIDS secara efektif. Bagaimana dengan yang sudah kena AIDS seperti sekarang? Mereka harus dikarantina, jangan sampai mereka menularkan ‘benih’ virus HIV yang ada di tubuhnya ke orang lain.

Memang harus demikian caranya, sebab membabat penyebaran AIDS, hanya dengan meminggirkan kompleks pelacuran, dengan dalih mengganggu keindahan kota, atau membuat lembaga konseling remaja tentang AIDS tidak bisa menyelesaikan masalah. Satu-satunya cara hanya dengan memberlakukan tiga kontrol yang didapat dari perspektif Islam, pertama kontrol individu, yakni takwa individu harus terjaga dengan baik, kemudian yang kedua kontrol masyarakat, masyarakat harus sepakat bahwa pelecehan seksual, pelacuran, pergaulan bebas adalah dilarang oleh Islam, kemudian kontrol yang ketiga adalah kontrol negara, negara tidak memberi ruang apalagi memfasilitasi sarana-sarana kemaksiatan yang menjurus kepada perilaku zina dan pergaulan bebas.

Stop AIDS, Tepati Janji, Kepada TUHAN

wallahu a’lam Bisshawab

Comments No Comments »

Salah satu hak azas hidup masayarakat adalah adanya jaminan social terkait masalah akses mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Jaminan sosial ini sedianya diberlakukan secara sistemik oleh Negara sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakatnya.

Di Indonesia sendiri jaminan sosial semacam ini dapat dilihat dari dikeluarkannya UU No.6/1974 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial. Dalam undang-undang tersebut jaminan sosial didefinisikan sebagai “Seluruh sistem perlindungan dan pemeliharaan kesejahteraan sosial bagi warganegara yang diselenggarakan oleh pemerintah dan/atau masyarakat guna memelihara taraf kesejahteraan sosial”. Hanya saja dalam praktikya, penerima Jaminan Sosial masih terbatas pada kelompok tertentu seperti pegawai negeri, TNI, dan pekerja sektor formal. Mekanisme pemberian jaminan sosial ini kemudian diterjemahkan seperti asuransi yang antara lain berupa ASKES, TASPEN, ASABRI, dan JAMSOSTEK. Dengan mekanisme seperti ini, yang dilakukan negara adalah dengan memotong gaji mereka untuk membayar premi asuransi. Dalam hal ini berarti bukan negara yang menjamin, namun yang memeperoleh jaminan sosial itu sendirilah yang menjamin dirinya sendiri. Lebih aneh lagi adalah bentuk badan pengelola jaminan sosial berupa perseroan, sehingga pemerintah lebih menjadikan badan pengelola ini sebagai mesin pencetak uang untuk menambah penghasilan negara daripada menjalankan misi sosialnya.

Kesejahteraan masyarakat semakin terpuruk dengan krisis ekonomi yang melanda negeri ini. Diperparah dengan melambungnya harga kebutuhan poko seperti bahan pangan dan BBM, TDL serta TDA. Di sisi lain, negara tidak mempunyai banyak dana untuk menjamin kesejahteraan masyarakat. Harapan baru kemudian muncul tatkala Menkes Fadila Supari dengan dukungan presiden per 4 Maret 2008 mengalihkan program Askeskin menjadi Jamkesmas.Dengan demikian program jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat miskin (JPKMM) sebesar Rp4,6 Triliun pada APBN 2008 dialihkan dari sistem asuransi menjadi sistem swakelola oleh pemerintah (catatan: kata miskin” dihapus dari Jamkesmas).

Jamkesmas dan Problem Pembiayaan Kesehatan

Program Jamkesmas, Askeskin, JPS-BK atau program pembiayaan kesehatan yang lain sebenarnya merupakan masalah pelik yang dari dahulu hingga kini pemerintah melalui Depkes belum menemukan sebuah formula pada pengembangan sistem pembiayaan kesehatan yang komprehensif, berkesinambungan dan memiliki resistensi terhadap perkembangan sosial ekonomi kekinian.

Sistem pembiayaan kesehatan kita saat ini mengalami instabilitas dan diinduksi mekanisme pasar sehingga beban pembiayaan lebih dirasakan di sisi hilir dan bermuara pada ketidakberdayaan masyarakat dalam mengakses kesehatan. Kondisi kesehatan masyarakat miskin yang kian rentan dengan tingkat kesakitan, seiring tren meningkatnya  angka kemiskinan setelah BBM dinaikan pemerintah akhir Mei lalu.

Dalam pelaksanaannya program Jamkesmas memiliki sejumlah kendala antara lain :

Pertama, aspek sumber pendanaan dan pendataan jumlah sasaran yang tercakup dalam asuransi. Alokasi anggaran untuk program Jamkesmas sebesar Rp 4,6 triliun untuk sasaran 76,4 juta jiwa, dengan asumsi premi tetap sebesar Rp 5.000  per jiwa sehingga premi sebesar itu apakah mampu mencukupi kebutuhan klien (maskin) untuk mendapatkan paket kelompok diagnostik penyakit atau INA DRG (Indonesia Diagnostic Related Group), pelayanan gawat darurat (emergency) serta layanan kesehatan tingkat lanjutan dan khusus seperti penyakit terminal, pengobatan dalam bentuk penunjang medis canggih seperti CT Scan, MRI dan lain-lain.

Berkaca pengalaman program Askeskin tahun 2007 lalu, tagihan berbagai rumah sakit kepada PT Askes membengkak yang pada akhirnya Depkes kedodoran harus mencari dana tagihan yang diklaim rumah sakit-rumah sakit tersebut. Bahkan Depkes harus memangkas anggaran di beberapa pos bidang di APBN seperti dana dekonsentrasi.

Kedua, Jumlah sasaran peserta jamkesmas masih mengalami perubahan pendataan sebab sangat mungkin jumlah masyarakat miskin tertambah secara signifikan karena sumber data berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2006.

Meski telah dilakukan up dating data namun proses administratif yang dilakukan BPS, verifikator independen yang bertugas menverifikasi administrasi kepesertaan, pelayanan dan pembiayaan serta rumah sakit sebagai penyedia pelayanan kesehatan (PPK) membutuhkan waktu sehingga sangat berdampak pada kecepatan akses pelayanan kesehatan peserta Jamkesmas.

Keakuratan data merupakan salah satu kunci awal untuk mengevaluasi efektivitas program Jamkesmas ini oleh karena sangat terkait dengan anggaran pada alokasi sasaran atau kuota peserta jamkesmas yang menjadi beban pemerintah pusat, pemprov maupun kabupaten/kota.
Ketiga, sistem jaminan kesehatan dalam Jamkesmas akan mendorong perubahan-perubahan dan penggunaan obat rasional, yang berdampak pada kendali mutu dan kendali biaya. mendasar seperti penataan standarisasi pelayanan, standarisasi tarif, penataan formularium obat.

Keterbatasan sumber daya kesehatan, disparitas pendataan, hingga perhitungan dan analisa per satuan biaya terhadap setiap layanan yang begitu kompleks hingga soal waktu sosialisasi yang sangat terbatas inilah yang belum optimal dilakukan seluruh stakeholder pelayanan kesehatan. Pada dasarnya sistem jaminan kesehatan di Indonesia sejak dulu belum mampu menghasilkan output di mana masyarakat semakin sadar terhadap hak-hak informasi layanan kesehatan yang diperoleh.

Hal ini diperparah karakteristik pelayanan kesehatan yang cenderung mengalami fenomena asymetris of information yakni ketidakseimbangan informasi pelayanan kesehatan terhadap kebutuhan masyarakat sehingga realitas inilah sebagai salah satu faktor yang memicu kenaikan biaya pelayanan kesehatan.

Sistem Islam : Kesehatan Gratis

Berbagai fakta historis kebijakan di bidang kesehatan yang pernah dijalankan oleh pemerintahan Islam sejak masa Rasul saw. menunjukkan taraf yang sungguh maju. Pelayanan kesehatan gratis diberikan oleh negara (Khilafah) yang dibiayai dari kas Baitul Mal.  Adanya pelayanan kesehatan secara gratis, berkualitas dan diberikan kepada semua individu rakyat tanpa diskriminasi jelas merupakan prestasi yang mengagumkan.

Hal itu sudah dijalankan sejak masa Rasul saw. Delapan orang dari Urainah datang ke Madinah menyatakan keislaman dan keimanan mereka. Lalu mereka menderita sakit gangguan limpa.  Nabi saw. Kemudian merintahkan mereka dirawat di tempat perawatan, yaitu kawasan penggembalaan ternak milik Baitul Mal di Dzi Jidr arah Quba’, tidak jauh dari unta-unta Baitul Mal yang digembalakan di sana.  Mereka meminum susunya dan berada di tempat itu hingga sehat dan pulih.

Raja Mesir, Muqauqis, pernah menghadiahkan seorang dokter kepada Nabi saw. Beliau menjadikan dokter itu untuk melayani seluruh kaum Muslim secara gratis. Khalifah Umar bin al-Khaththab, menetapkan pembiayaan bagi para penderita lepra di Syam dari Baitul Mal.  Khalifah al-Walid bin Abdul Malik dari Bani Umayyah membangun rumah sakit bagi pengobatan para penderita leprosia dan lepra serta kebutaan.  Para dokter dan perawat yang merawat mereka digaji dari Baitul Mal.  Bani Thulan di Mesir membangun tempat dan lemari minuman yang di dalamnya disediakan obat-obatan dan berbagai minuman.  Di tempat itu ditunjuk dokter untuk melayani pengobatan.

Will Durant dalam The Story of Civilization menyatakan, “Islam telah menjamin seluruh dunia dalam menyiapkan berbagai rumah sakit yang layak sekaligus memenuhi keperluannya.  Contohnya, Bimaristan yang dibangun oleh Nuruddin di Damaskus tahun 1160 telah bertahan selama tiga abad dalam merawat orang-orang sakit tanpa bayaran dan menyediakan obat-obatan gratis.  Para sejarahwan berkata bahwa cahayanya tetap bersinar tidak pernah padam selama 267 tahun.”

Pada masa Khilafah Abbasiyah itu pula untuk pertama kalinya ada apotik. Yang terbesar adalah apotik Ibnu al-Baithar. Saat itu, para apoteker tidak diijinkan menjalankan profesinya di apotik kecuali setelah mendapat lisensi dari negara. Para apoteker itu mendatangkan obat-obatan dari India dan dari negeri-negeri lainnya, lalu mereka melakukan berbagai inovasi dan penemuan untuk menemukan obat-obatan baru (M. Husain Abdullah, Dirâsât fî al-Fikri al-Islâmî, hlm. 89).

Kebijakan Kesehatan dalam Islam

Dalam Islam, sistem kesehatan tersusun dari 3 (tiga) unsur sistem. Pertama: peraturan, baik peraturan berupa syariah Islam, kebijakan maupun peraturan teknis administratif. Kedua: sarana dan peralatan fisik seperti rumah sakit, alat-alat medis dan sarana prasarana kesehatan lainnya. Ketiga: SDM (sumber daya manusia) sebagai pelaksana sistem kesehatan yang meliputi dokter, Apoteker, perawat, dan tenaga medis lainnya. (S. Waqar Ahmed Husaini, Islamic Sciences, hlm. 148).

Kebijakan kesehatan dalam Khilafah akan memperhatikan terealisasinya beberapa prinsip. Pertama: pola baku sikap dan perilaku sehat. Kedua: Lingkungan sehat dan kondusif. Ketiga: pelayanan kesehatan yang memadai dan terjangkau. Keempat: kontrol efektif terhadap patologi sosial.  Pembangunan kesehatan tersebut meliputi keseimbangan aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Promotif ditujukan untuk mendorong sikap dan perilaku sehat. Preventif diprioritaskan pada pencegahan perilaku distortif dan munculnya gangguan kesehatan. Kuratif ditujukan untuk menanggulangi kondisi patologis akibat penyimpangan perilaku dan munculnya gangguan kesehatan. Rehabilitatif diarahkan agar predikat sebagai makhluk bermartabat tetap melekat.

Pembinaan pola baku sikap dan perilaku sehat baik secara fisik, mental maupun sosial, pada dasarnya merupakan bagian dari pembinaan kepribadian Islam itu sendiri.  Dalam hal ini, keimanan yang kuat dan ketakwaan menjadi keniscayaan.  Dr. Ahmed Shawky al-Fangary1 menyatakan bahwa syariah sangat concern pada kebersihan dan sanitasi seperti yang dibahas dalam hukum-hukum thaharah.   Syariah juga memperhatikan pola makan sehat dan berimbang serta perilaku dan etika makan seperti perintah untuk memakan makanan halal dan thayyib (bergizi), larangan atas makanan berbahaya, perintah tidak berlebihan dalam makan, makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang, mengisi perut dengan 1/3 makanan, 1/3 air dan 1/3 udara, termasuk kaitannya dengan syariah puasa baik wajib maupun sunah. Syariah juga menganjurkan olah raga dan sikap hidup aktif. Syariah juga sangat memperhatikan masalah kesehatan dan pola hidup sehat dalam masalah seksual.

Jadi, menumbuhkan pola baku sikap dan perilaku sehat tidak lain adalah dengan membina kepribadian Islam dan ketakwaan masyarakat. Tentu hal itu bukan hanya menjadi domain kesehatan tetapi menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat umumnya.

Kebijakan kesehatan Khilafah juga diarahkan bagi terciptanya lingkungan yang sehat dan kondusif.  Tata kota dan perencanaan ruang akan dilaksanakan dengan senantiasa memperhatikan kesehatan, sanitasi, drainase, keasrian, dsb. Tentu saja itu hanya bisa direalisasikan melalui negara, bukan hanya melibatkan departemen kesehatan, tetapi juga departemen-departemen lainnya.  Tata kota, sistem drainase dan sanitasi kota kaum Muslim dulu seperti Baghdad, Samara, Kordoba, dsb telah memenuhi kriteria itu dan menjadi model bagi tata kota seperti London, kota-kota di Perancis dan kota-kota lain di Eropa.

Pelayanan kesehatan berkualitas hanya bisa direalisasikan jika didukung dengan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai serta sumber daya manusia yang profesional dan kompeten.  Penyediaan semua itu menjadi tanggung jawab dan kewajiban negara (Khilafah) karena negara (Khilafah) berkewajiban menjamin pemenuhan kebutuhan dasar berupa kesehatan dan pengobatan.  Karenanya, Khilafah wajib membangun berbagai rumah sakit, klinik, laboratorium medis, apotik, pusat dan lembaga litbang kesehatan, sekolah kedokteran, apoteker, perawat, bidan dan sekolah lainnya yang menghasilkan tenaga medis, serta berbagai sarana prasarana kesehatan dan pengobatan lainnya.  Negara juga wajib mengadakan pabrik yang memproduksi peralatan medis dan obat-obatan; menyediakan SDM kesehatan baik dokter, apoteker, perawat, psikiater, penyuluh kesehatan dan lainnya.

Pelayanan kesehatan harus diberikan secara gratis kepada rakyat baik kaya atau miskin tanpa diskriminasi baik agama, suku, warna kulit dan sebagainya. Pembiayaan untuk semua itu diambil dari kas Baitul Mal, baik dari pos harta milik negara ataupun harta milik umum.

Semua pelayanan kesehatan dan pengobatan harus dikelola sesuai dengan aturan syariah termasuk pemisahan pria dan wanita serta hukum-hukum syariah lainnya. Juga harus memperhatikan faktor ihsan dalam pelayanan, yaitu wajib memenuhi 3 (tiga) prinsip baku yang berlaku umum untuk setiap pelayanan masyarakat dalam sistem Islam: Pertama, sederhana dalam peraturan (tidak berbelit-belit). Kedua, cepat dalam pelayanan. Ketiga, profesional dalam pelayanan, yakni dikerjakan oleh orang yang kompeten dan amanah. Wallâh a’lam bi ash-shawâb.

Comments 3 Comments »

tanggal 12 november kemarin kita memperingati hari kesehatan nasional. BEM FK UH tgl 18 nov. ngadain acara DISKUSI PUBLIK : JAMKESMAS; SOLUSIKAH? Kebetulan saya di daulat sebagai salah satu pembicara (hadir atas nama Aktivis Hizbut Tahrir Indonesia Chapter UNHAS) . Pembicara lain Bpk. Firman Jaya dari DINKES sulsel, kawan dari LKHMI (lupa namanya) dan Daeng Baji (ibu’ aktivis SRMI: serikat rakyat miskin Indonesia) dan satu lagi yang tidak sempat hadir pembicara dari askes.

Point……

  1. dana yang di kucur (sempat kali di cukur juga) hanya 4,6 triliun untuk sasaran 76,4 juta jiwa, dengan asumsi premi tetap sebesar Rp 5.000  per jiwa… cukup ji itu ? Nah bagaimana dengan kebutuhan klien (maskin) untuk mendapatkan paket kelompok diagnostik penyakit atau INA DRG (Indonesia Diagnostic Related Group), pelayanan gawat darurat (emergency) serta layanan kesehatan tingkat lanjutan dan khusus seperti penyakit terminal, pengobatan dalam bentuk penunjang medis canggih seperti CT Scan, MRI dan lain-lain
  2. jumlah dan sebaran kartu peserta jamkesmas tidak valid. Askes yang diberikan wewenang untuk mendata ternyata menggunakan data dari BPS yang tahun 2006. basi plus kadaluarsa. Pasti tidak valid. Pasca kenaikan bbm per mei, phk besar2an pasca SKB 4 mentri… jumlah warga miskin pasti bertambah. masyarakat kena gizi buruk dan busung lapar…. (intermezzo : saat ini juga menggejala penyakit yang serupa tapi tidak sama. samanya sama-sama perutnya MEMBESAR, tapi bedanya satu busung lapar, satunya busung KENYANG… banyolan ala Acha disela2 diskusi)
  3. Adanya pengkotakan pelayanan kesehatan u/ orang miskin cuma membuat luka baru ditubuh rakyat. Mereka cuma dibatasi pada pelayanan kelas teri (pelayanan kelas 3). kasian rakyat… kalo mau nikmati VVIP, Kaya ko dulu….eko prsetyo bilang : orang miskin dilarang sakit.…. belum lagi efeknya terhadap tingkat rasionalisasi pendanaan dan pengobatan yang semakin irasional… ..
  4. daeng Baji’ says : mananya dibilang gratis..? na saya hampir tiap hari advokasi masyarakat. Baru mau dikasi masu’ langsung ditanya siapa yang tanggung’i.. . trus dipersulit.. nabilang perawat’ka tidak ada kamar kosong. Masa’ di RS dadi cuma 2ji ranjang di kelas 3, na banya’na mamo itu orang miskin di makassar kodong… trus pernah juga itu pasienku di suruh beli darah. Mahalna mamo… padahal satau ada aturang kalo kita dapat jatah 3 kantong darah…. trus ada juga yang bilang nda berlaku itu karena ini bukan pemerintah punya… ini rumasakit Tentara (hehehehe) padahal sudahmi tanda tangan MoU itu rumah sakit dengan pemerintayya. .. pak Firman cuma bisa senyum2. Dinkes cuma perpanjangan tangan atas kebijakan dari pemerintah pusat. Soal itu sudah ada aturannya. Sampai sekarang kami juga belum mendapatkan laporan soal itu, mudah2an temuan ibu dapat kami teruskan ke instansi yang terkait….. . daeng baji’ menimpali : manaka yang lebih penting, nyawa seseorang atau aturang ? cocok’ki tawwa ! Acha Bertutur : defenisi DOKTER adalah Orang yang menyembuhkanmu dengan obat, lantas sejurus kemudian membunuhmu dengan tagihan ckckckckckckck iya…. ada itu programnya IASMo… Bebas dari lahir sampai mati….. HAYOOOO YANG MAU MELAHIRKAN, Melahirkan Saja… YANG MAU MATI, Mati saja….. GRATISSSSSS Ji.………
  5. ACHTUNG….. WARNING.. .PARINGATANG. .. 13 BULAN LAGI MEMBURU IMPIAN INDONESIA SEHAT 2010

Comments No Comments »

Duhai kekasih, engkau ku kasih dengan segala kasih, meski aku harus pilih kasih, hanya padamu, kekasih ku …..!

dan langit malam mulai temaram.  kelam oleh awan yang menghitam. mata tak mau terpejam. adakah badai segera menghantam ? namun cintaku padamu  takkan padam.

ingatkah engkau dengan guratan namamu yang kuprasastikan diatas bongkahan batu jalanan. berharap ia abadi tak lekang di telan zaman. me”sejarah”kan janjiku sebagai ikatan jiwa badan.

engkau yang mengajariku bahwa cinta adalah kepercayaan. bukan sekedar perasaan dua sejoli yang saling berpasangan. cinta adalah sebuah titisan.  dititipkan kepada insan dari Tuhan yang menciptakan.

kekasih, terimakasih telah mencinta. dengan cinta segala cinta.

selamat milad pernikahan yang ke 4 bulan

Comments No Comments »

LUAAARRRR BIASA ! kesan saya buat adek’2 panitia. mempersiapkan rangkaian acara ini bukannya tidak menguras banyak tenaga pikiran dan biaya. jauh2 hari sebelum ramadhan tiba, mereka dan membuat proposal tawaraan kerjasama ke berbagai sekolah, hunting dana, dan berburu pemateri. lintas kecamatan bahkan mereka mencari sekolah yang berminat kerjasama untuk mengisi kegiatan pesantren kilat di bulan ramadhan tahun ini. alhasil, 3 sekolah yang acc. SMU 1 cangadi, mulai hari selasa-rabu (2-3 ramadhan)… SMU 1 Donri-Donri, kamis-sabtu (4-6 ramadhan)….. SMU 2 Watangsoppeng senin-rabu (8-10 ramadhan)……..

praktis….kondisi jarak yang saling berjauhan…panitia yang jumlahnya pas-pasan jelas menguras tenaga. yup…rata-rata mereka adalah mahasiswa dari makassar asal soppeng. putra daerah yang peduli akan generasi muda daerahnya. pemuda islam yang risau akan nasib agamanya. adalah Uli, Idil, Iman, Aril, Ulil, dkk. Kagum, salut dengan komitmen mereka dalam dakwah. mulai dari urusan mempersiapkan kegiatan, mendanai, mencari  peserta, dan menjadi pemateri sekalipun mereka secara bergantian lakoni.  bagi yang tidak punya kendaraan, salah satu dari mereka bertugas menjemput di kampug sebelah lalu sama-sama ke tempat acara.  hujan gerimis tak jadi soal, mesti mereka harus naik motor.  ada juga panitia lokal yang mesti menutup kios “jualan ” pulsanya karena dipastikan dia juga dapat jatah sebagai pendamping dan kalau kepepet sekaligus jadi pemateri. yach..di satu sekolah (SMU 1 cangadi) ada dua kelas karena jumlahnya 120an orang. ndak kehilangan moment…demi mencari tambahan modal…sekalian membuka lapak buku2 remaja di tempat acara… eh anehnya…satu persatu dari mereka justru menjadikan buku jualan tersebut sebagai hadiah buat mereka yang mampu menjawab pertanyaan, atau sekedar memancing keaktifan peserta…. dasar…! tenang…harga bukunya nanti saya yang bayar katanya kepada panitia lain yang mulai khawatir :(

iya, untuk SMU Donri-donri…jaraknya saya sempat tanyakan kurang lebih 30an kilo dari kota, tempat saya nginap. tetap pakai motor. konsep acaranya tetap sama, cuma sedikit tambahan muatan lokal yang di isi oleh guru agama SMU setempat. tak kalah seru dengan yang di Cangadi……

tap ada hal yang tak bisa saya lupakan. selain semangat adek2 panitia…, saya terkesan dengan kisah salah satu (mantan) peserta PESKIL di Cangadi. adalah si Leni. siswi kelas 2 (X). penampilan biasa saja. belum berkerudung. cuma karena acara peskil, dia ambil kain kerudung, nebeng diatas kepala. cuman dia yang paling aktif di forum…. bertanya dan bertanya ……. menyanggah dan kembali bertanya….. menyimak dan sesekali mengangguk….

panitia sempat memberi hadiah buku kepadanya.

ada satu topik yang menarik baginya…tentang kewajiban seorang muslimah untuk menjaga iffah (kehormatan)…, kewajiban menutup aurat dan menjaga pergaulan…mungkin itu yang mengusik bathinnya. hari kedua (rabu), DAHSYAT….. kini Leni datang dengan KErudung…(meski belum jilbab sempurna,  abaya dan  Khimar), Luar biasanya lagi,  dia curhat kalau ia baru saja memutuskan  pacar nya yang juga peserta di peskil kemarin. sayangnya sang pacar tidak datang di hari kedua, hehehehe….mungkin lagi trauma….. KACIAN DEH LU ! ngak apa-apa, keputusan leni dah tepat…ngak mau kalian berdua masuk neraka gara-gara gaul error.

Allahu Karim………. Hidayah memang engkau yang memberikan kepada siapa saja yang Engkau kehendaki yaa Allah. Palagi ini bulan Ramadhan yang Mulia. maka merugilah orang2 yang menjumpainya tapi imannya tidak bertambah, dan dosa-dosanya tidak terampuni…. sunguh…celaka ! kata Hadits Nabi .

Subhanallah, Allah menjadikan bulan Ramadhan dalam urutan bulan ke SEMBILAN, simbol lamanya kita dalam alam RAHIM ibu. sehingga Bulan Syawal bulan keSEPULUH, kita memasukinya setelah keluar dari RAHIM RAMADHAN, menjadi seperti BAYI kembali… kembali ke FITRAH

luar biasa… mereka yang memanfaatkan ramadhan dengan amal kebajikan.seperti para pengemban dakwah ; para panitia yang semoga Allah memberikan kebaikan kepada mereka semua.

luar biasa… mereka yang menjadikan ramadhan sebagai bulan Tarbiyah, menyesali kesalahan dan mau bertaubat dan segera menuju cahaya, menjemput HIDAYAH. seperti Leni yang dengan ikhlas berhijrah. kami do’akan semoga tetap beristiqomah. Qul… Amantu Billah..tsumma sTaqim; katakan aku beriman kepada Allah, dan teguhkanlah pendirianmu itu ! AMIEN………

****************

malam terakhir di Soppeng, besok rencananya ba’da shalat jumat, sehabis memberi materi di SMU 1 Donri-donri (jatah materiku dah selesai, gantian dengan teman2 yang didatangkan langsung dari makassar). saya harus kembali ke Kota Pare… Ada Isteri tercinta menanti….

abis membaca cerpen Asma nadia ” meminang Bidadari” …..

di kota watangsoppeng, hamba merenung.., keheningan malam. ba’da shalat taraweh. RABB… Gimana kiranya nanti nasib kami di kampung Akherat ? adakah saya berada di syurga-Mu, gimana dengan keluargaku ? adakah hamba bisa membimbing Isteri dan anak keturunan kami hingga bisa berkumpul bersama di syurga-MU? hanya secuil amal yang sempat kami persembahkan kepadamu, dan hanya sedikit pahala yang kami punya diantara menumpuknya dosa-dosa kami Kepada-MU dan kepada sesama Manusia ! RAbb… IRHAMNA YAA ALLAH

************

De’ insyaAllah jum’at sore kita bersua kembali :)

di sini, malam ini suamimu sedang belajar arti meng-HAMBA !

Comments No Comments »

SOPPENG; cangadi, liliriaja.

tau nda’ ! kalo lokasi tempat acara itu sekitar 30 menit dari tempatku nginap. kira2 sekitar 10an kilo lebih. by motorcycle. di bonceng ma panitia. angin sejuk khas daerah di ketinggian. hamparan sawah habis panen, dan gerimis hujan yang membuat syahdu alam raya. perjalanan yang mengagumkan jiwa.

tiba di lokasi SMU 1 Cangadi. 100an peserta dah berbaur dengan panitia di ruang aula sekolah. materi dah berlangsung sedari tadi.

gilaran saya. panel sama pak Harsan, S.Ag; guru agama setempat. tema; problematika remaja masa kini” oleh saya dan pak harsan sama2 membidik masalah pergaulan bebas dan Narkotika. tanya jawab berlangsung seru………. bla.bla.bla…….

sesi berikutnya; sedikit ice breaking. saya pandu acara games, biar gak booring.

selanjutnya…. penyuluhan tentang narkoba. di awali pemutaran film dokumenter tentang penyalah gunaan narkotika dan dampaknya. di pandu dinda iman nugraha. cuap-cuap-cuap………… setengah duabelas…, sesuai settingan, saya masuk keruangan dan langsung mengangkat suara memecah riuh rendah peserta yang lagi berdebat. Mari berkontemplasi…… hening…….. dengan sedikit membawa suasana, ala seorang trainer…., menggugah jiwa-jiwa mereka yang lagi semangat-semangatnya. narkoba….. Hidup tanpa makna, hidup bergelimang dosa….., Maut ! yach kita semua akan mati, menuju kampung akhirat. apakah kita dah siap ? Surga atau neraka kah ? penuh tanda tanya. lalu lupakah kita. siapa diri kita. siapa yang menciptakan kita ? dan kita telah memberi apa buat-NYA?

lewat screen lcd…tampil penampakan dan perkembangan si janin dalam ala rahim ibu…… Oh……. manusia, yang begitu lemah di dalam rahim…. dan Allah telah menciptakanmu dengan sebaik-baik penciptaan, lalu mengapa tiba-tiba engkau menjadi pembangkang yang nyata !!!!!

bahwa kita diciptakan, dilahirkan, tumbuh dan berkembang. dari kanak-kanak beranjak dewasa dan akhirnya menua….. sadar tidak kalau kita SEDANG MENUJU KAMPUNG AKHIRAT.??? huru-hara hari kiamat terpampang di layar screen” cuplikan film yang menggambarkan ledakan besar di angkasa luar, ribuan meteor masuk ke bumi dan mengakibatkan hancurnya Bumi…menurut ceritanya..itulah hari kiamat..katanya…; tapi apa yang digambarkan oleh Allah dalam surah At-Takwir ayat 1-14….. subhanallah…..

Apabila  matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila gunung-gunung dihancurkan, dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan, dan apabila binatang liar dikumpulkan, dan apabila lautan dijadikan meluap, dan apabila ruh-ruh dipertemukan, apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya………………………………

Allah…. KAbirrrrrrrrrrrr……. subhanallah.

Kiamat pasti datang. bahkan  sudah dekat.

kita sedang menuju kepada kematian……. entah kapan ! MISTERI !

mari memohon ampun…..dibulan ramadhan penuh ampunan. berlomba dan bersegera menuju ampunan Allah dan Syurga-NYA.

kontemplasi di akhiri dengan bersama-sama menyanyikan lagu syurga milik UNGU….. syahdu !

Comments 1 Comment »

MALAM HARI DI SOPPENG. Semalam lalu masih berada di pare. bersama isteri. lewati malam dengan nonton film bareng. duhai…romantis……..
sedikit literatur tentang kota Soppeng ato kota KELELAWAR
Secara geografis Kabupaten Wajo terletak pada koordinat antara 4o 6’ sampai 4 o 32’ Lintang Selatan dan 119 o 42’ 18” sampai 121 o 6’ 13” Bujur Timur.

Batas-batas wilayah :
- Sebelah Utara : Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Wajo
- Sebelah Selatan : Kabupaten Bone
- Sebelah Timur : Kabupaten Bone dan Wajo
- Sebelah Barat : Kabupaten Barru

Kabupaten Soppeng merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Sulawesi Selatan. Ibukotanya Watang Soppeng atau disebut juga kota kalong/kelelawar, ada sekian mitos yang berkembang bahwa keberadaan kalong ini yang jumlahnya ratusan hingga ribuan ini, bertengger di pohon-pohon taman kota dengan suara berisik yang khas mengakrabi warga kota Watangsoppeng bahwa apabila terkena kotoran/tai kelelawar maka tidak lama lagi akan mendapatkan gadis kota Soppeng.

Bau menyengat khas kelelawar itu sulit dihindari begitu kendaraan memasuki ibu kota Kabupaten Soppeng, bau ini akan semakin menusuk hidung bila berada tepat di bawah pepohonan tempat kalong itu bertengger. Saat petang menjelang maghrib, kalong ini terbang meninggalkan pepohonan dengan suara gemuruh, saat ribuan kalong terbang langit seakan tertutup bayangan hitam. Pada subuh menjelang pagi kalong-kalong itu kembali ke pepohonan tempatnya semula dengan suaranya yang tetap hingar bingar seakan membangunkan warga untuk melaksanakan shalat subuh dan melaksanakan aktifitasnya.

Soppeng adalah salah satu kota tercantik di propinsi Sulawesi Selatan dan
Merupakan bekas kotaraja masa lampau, mempunyai wilayah kekuassaan serta pengaruh yang cukup
luas diantarakerajaan-kerajaan lokal lainnya. ini dibuktikan dalam tulisan-tulisan kuno orang
bugis yaitu “Lontara”. Salah satu coro yang luar biasa dari kota ini adalah banyaknya kelelawar.
Bergelantungan pada pohon sambil mengeluarkan suara tanpa menghiraukan arus lalulintas sekelilingnya.

Comments No Comments »

belum dua hari bersama isteri sejak kedatangnku dari makassar ke Pare. Selasa pagi, 2 September. pukul 8.30 pamitan dengan mertua. berangkat ke kota soppeng (3 jam-an perjalanan dari kota pare). konfirmasi ke panitia, “oke…saya dah mau berangkat sekarang…”

ditemani isteri ke terminal Lapadde (perbatasan kota pare dengan kabupatenm sidrap)..lama nunggu angkutan. sudah 2 jam setengah sedari kedatangan kami disini.  cek per cek….angkutan ke soppeng kota memang agak jarang jam-jam segini. dah pukul 11.30 lewat. padahal, menurut jadwal ba’da duhur nanti saya di daulat untuk menjadi pemateri “bincang-bincang Remaja” problematika Remaja saat ini. rangkaian kegiatan Rain School (Ramadhan In Scholl) yang diadakan oleh BKLDK Wilayah sulsel  dan IKRAR MUDA salah satu organisasi kepemudaan di kota soppeng.

lama nunggunya. konfirmasi ke panitia. “saya datang telat. mgkin sore baru tiba, kita maksimalkan saja besok”. tq.  sms yang ku kirim ke panitia.

agak lelah dan hampir putus asa mnunggu. isteri ku minta balik saja. kaka’ pasti berangkat, entar adaji mobil yang lewat itu…. palang maki saja De’… hati-hati….. ” iye’ kita juga hati-hati…kirim kabar kalo dah sampai’” dagh…

akhirnya berangkat juga. bukan berarti lancar… mobil yang saya tumpangi bukan mobil yang langung menuju kota soppeng. sepertiga perjalanan di tempuh harus nyambung lagi dengan mobil angkut yang baru. daerah batu-batu nama daerah tersebut. sekitar sejam lagi menuju arah kota.

akhirnya… benar-benar tiba. niat cari alamat yang dikirim oleh panitia. dinda Uli (AUlia Akhmad) fsnya ada koq di friends ku. jalan kayangan 88, rumah bidan Hj. herawaty.., Eits.. Idil Akbar. S.Ked dah menghubungi duluan. idil adalah ade binaan dulu di LDK di unhas, kebetulan juga orang soppeng, juga terlibat di kepanitiaan. sengaja datang dari makassar guna membeck up tenaga panitia lokal. karena jam “konser” dah lewat, makanya ke rumah idil dulu. sore baru ketemu dengan uli dan kawan-kawan yang baru pulang dari tempat acara… SMU 1 Cangadi Liliriaja.

Comments 2 Comments »

Penat masih terasa di tubuh. abiz keliling-keliling kota makassar. jelang sore…., agenda yang telah lama dinanti…, ke parepare. bertemu dengan istri tercinta. berkendara motor (boncengan dengan teman yang istrinya juga orang pare). alhamdulillah, tiba di rumah pukul 21 lewat, menjelang pukul 22.00 malam.

kangen-kangenan dengan istri tersayang :) :)

hehehe, kebetulan malam minggu; eits…malam Ahad coy !!!! suasana romantis dan percakapan hangat berbalut kasih meliputi rumah “mertua” kami.

praktis ahad kami gunakan untuk bersama. seharian seakan-akan gak mau lepas…..nempel kayak prangko. jelang sore, ke sejahterah beli keperluan untuk puasa esok hari.

entar malam tarawih perdana. bisa ku pastikan, karena di berita Arab saudi dah mengumumkan. pemerintah kita terkesan “lelet” masih nunggu sidang Isbat sendiri :(

SAHUR …………………………

SAHUR PERTAMA BERSAMA ISTERI, SAHUR PERTAMA DENGAN MERTUA DAN IPAR-IPAR…., duch senang dan bahagihanya. Anugerah ALLAH yang terindah di Ramadhan tahun ini. Alhamdulillah.

BUKA ……………………………

SEGELAS SYIRUP MANIS DARI BUATAN ISTERI, SESUNGGING SENYUM DARI BIBIR YANG TERKULUM MENGGODA, SEKILAS TATAPAN MANJA DARI MATA YANG BERBINAR………. OHHHH… DUHAI HATI YANG BERGEMBIRA…….. BUKA PUASA PERTAMA DENGAN SANG ISTERI :):):):)

BUAT YANG LAIN, TERUTAMA YANG MASIH JOMBLO DAN SENDIRI DI RAMADHAN TAHUN INI…… MAKE A WISH…… PASTINYA KALIAN CEMBURU …!!!!!!

Comments No Comments »

PASCA TABLIGH AKBAR…, AGENDA BERIKUTNYA; Sabtu 30 Agustus…. Pawai Massa, tepatnya konvoi kendaraan simpatik keliling kota makassar melewati jalan-jalan protokol. masih sebagai steerring panitia. kali ini bertindak sebagai asisten korlap. puluhan kendaraan pick up dan sepeda motor berbaris memanjang di halaman Masjid Almarkaz Al-Islami makassar. berkendara sepeda Motor berada di barisan depan samping mobil patroli yang bertugas mengawal. tiga hari sebelumnya saya memang menghadap ke polwiltabes kota makassar bagian kasat intel untuk mengurus perizinan  aksi sekaligus meminta bantuan keamanan….; bukan apanya aksi ini lumayan seru……  konvoi keliling kota…., jelang ramadhan . satu isu yang sangat krusial adalah penutupan tempat hiburan malam. dan serunya lagi , aksi ini dipastikan  FPI (Front Pembela Islam) sulsel bakalan ikut serta.  malam sebelum  konvoi, bertiga bersama panitia lainnya, sowan ke markaz FPI, kediaman Habib Machmud bin Umar.

sepanjang jalan, gema takbir mengumandang. khusyu…. dilantunkan tim marawis FPI. orasi silih berganti dari para ulama dan tokoh masayarakat yang sempat hadir dan bergabung di mobil utama. selebihnya diatas mobil pribadi, pick up sewaan dan sepeda motor yang ratusan jumlahnya. juga ikut menyahut seruan Takbir. meriah dan ceriah.

saya bolak balik sepanjang barisan. kadang di depan memandu jalan dan kadang “nakal’ memblokir jalan setiap ada persimpangan. kadang di belakang memantau tertipnya barisan pawai. yang paling seru adalah ketika memasuki kawan pantai dan sepanjang jalan nusantara (kawasan yang terkenal sebagai jalan prostitusi). banyak peserta yang tidak tahan untuk angkat bicara dan berteriak “MUAK”. tapi sedikit sigap, takut nanti ada yang terpropokasi. inisiatif minta kepada selruh peserta untuk tetap tenang. tapi buat “GERTAK” dikit….Yukkk…Rame-Rame kita bunyikan Klakson mOtor……………………..

Allahu Akbar……………, maksiat koq di pelihara…… Pemerintah ohh Pemerintah……….

kiri kanan, banyak aparat yang berjaga-jaga dan mengatur lalulintas. para kuli berita mengabadikan dengan kamera dan HandiCame. entah masyarakat mengindahkan seruan kami atau tidak. entah para wartawan akan mempublish dan menyiarkan aksi kami…, tapi kami yakin, Allah SWT telah menatap kami.

MARHABAN YAA RAMADHAN….., KAMI MENYAMBUTMU DENGAN SUKA CITA. SAYANGNYA MASIH BANYAK DARI KAMI YANG JUSTRU MENODAI KESUCIANMU……….

——-> Berita terkait pawai massa di salah satu media koran di makassar.

Minggu, 31-08-2008
FPI cs Datangi Jalan Nusantara
Makassar, Tribun - Front Pembela Islam (FPI) Sulawesi Selatan bersama sejumlah ormas Islam di Kota Makassar menggelar pawai simpatik keliling Kota Makassar, Sabtu (30/8). Pawai antimaksiat, judi, minuman beralkohol, dan narkoba itu digelar dalam rangka menyambut bulan Ramadan 1429 H.
Beberapa ormas Islam yang akan berpartisipasi dalam pawai itu di antaranya FPI, Forum Umat Islam (FUI) Sulsel, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sulsel, Barisan Pemuda Islam, KPPSI, dan sejumlah aktivis dari beberapa ormas Islam lainnya.
Beberapa lokasi yang dilintasi peserta pawai itu adalah Jl Nusantara, Jl Tentara Pelajar, Penghibur, Jl Sulawesi, dan Jl Pasar Ikan. Lokasi ini sengaja dipilih karena di lokasi itulah banyak berdiri tempat hiburan malam.
Seruan tersebut menyusul kian maraknya tempat-tempat maksiat dan judi dengan berbagai kedok di kota ini. Ada dengan sebagai tempat hiburan, panti pijat, salon, panti refleksi, tempat bernyanyi, studio cinema, karaoke, dan berbagai kedok lainnya.
Pawai dengan menggunakan kendaraan bermotor itu star dari Masjid Al Markas Al Islami Jenderal M Jusuf. Finis di halaman Kantor Radio Republik Indonesia (RRI) di Jl Riburane, Makassar.
Pemimpin FPI Sulsel Habib Mahmud, Humas HTI Sulsel Hasanuddin Rasyid, dan Dewan Syuro KPPSI Sulsel KH M Sirajuddin terlihat di antara peserta pawai. Jumlah peserta pawai diperkirakan lebih 200 orang.(jum)

Polisi Mengawal
PADA sepanjang jalan yang dilintasi, peserta pawai meneriakkan yel-yel dan seruan penutupan THM dan lokasi-lokasi yang kerap digunakan sebagai tempat prostitusi, judi, miras, dan narkoba. Hingga selesainya pawai, aksi tersebut berlangsung lancar dan damai.
Selama konvoi, dua unit mobil patroli dan beberapa motor yang dikendarai polisi dari jajaran Polwiltabes Makassar terlihat mengawal pawai tersebut sejak star hingga finis.

Tribun Timur, Selalu yang Pertama

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Comments No Comments »